Cara Mengidentifikasi Apakah Tren Kuliner Tertentu Hanya Sekadar Musiman
Ditulis oleh
Tim Layanan DaftarMenu
Setiap beberapa bulan sekali, dunia kuliner Indonesia selalu dihebohkan oleh satu jenis makanan atau minuman baru yang mendadak viral di media sosial, memicu antrean pembeli sepanjang ratusan meter (misalnya tren croffle, es kepal milo, atau roti panggang korea). Bagi pengusaha kuliner, momen viral ini sangat menggoda untuk diikuti. Namun, Anda harus jeli menganalisis: apakah tren tersebut memiliki napas panjang (long-term trend) atau hanya sekadar musiman (fad) yang akan redup dalam hitungan bulan?
Tips Membedakan Tren Kuliner Berumur Panjang vs Musiman
1. Analisis Faktor Keberlanjutan Rasa (Repeatability)
Tanyakan pada diri Anda: apakah produk makanan tersebut cocok dikonsumsi setiap hari atau setidaknya seminggu sekali? Produk kuliner yang terlalu manis, terlalu gurih pekat, atau terlalu ekstrem tampilannya biasanya hanya dibeli konsumen sekali karena penasaran untuk bahan postingan sosial media saja.
2. Kemudahan Akses dan Harga Bahan Baku
Tren kuliner berumur panjang biasanya menggunakan bahan baku dasar yang mudah didapat secara lokal dengan harga stabil (seperti bahan baku kopi, ayam, teh, atau nasi). Jika tren makanan tersebut bergantung pada satu bahan impor langka yang harganya fluktuatif, bisnis Anda akan terancam saat pasokan tersendat.
3. Amati Pola Penurunan Pencarian di Google Trends
Gunakan alat gratis Google Trends untuk melihat volume kata pencarian produk tersebut dalam skala waktu 12 bulan terakhir. Jika grafik menunjukkan penurunan tajam setelah lonjakan tinggi, itu adalah indikasi kuat bahwa pasar mulai jenuh.
Lakukan Uji Coba Menu Baru Tanpa Risiko Bersama DaftarMenu
Sebelum menginvestasikan banyak uang membeli peralatan khusus untuk menu viral baru, lakukan uji coba pasar (market testing) berskala kecil terlebih dahulu. Melalui e-menu digital dari DaftarMenu.id, Anda dapat memasukkan menu viral tersebut sebagai Menu Edisi Terbatas (Limited Edition) di katalog online Anda tanpa perlu mencetak ulang buku menu fisik. Jika setelah 1 bulan penjualan menu tersebut menunjukkan tren positif stabil, Anda dapat memutuskan untuk memproduksinya secara massal dengan aman dan terukur.